
Karawang – BSI Maslahat respon cepat menghadirkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Karawang. Respon
cepat dilakukan melalui pendirian
dua dapur umum, penyaluran makanan siap saji, serta bantuan evakuasi
warga ke tempat yang lebih aman pada Sabtu & Minggu (24-25/01).
Berdasarkan data BPBD Karawang
per 23 Januari 2026, banjir
telah merendam 9.650 rumah di 58 desa/kelurahan pada 20 kecamatan. Bencana ini dipicu oleh luapan Sungai
Citarum dan Sungai Cibeet akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa
hari terakhir. Total warga
terdampak mencapai 10.927 Kepala Keluarga (KK), terdiri dari 31.601 orang
dewasa, 969 balita, 111 bayi, dan 599 lansia. Sementara itu, sebanyak 1.198
warga terpaksa mengungsi di titik-titik pengungsian yang telah disiapkan pemerintah setempat.
Salah satu wilayah
terdampak terparah adalah Desa Karangligar, Kecamatan Teluk Jambe, dengan
ketinggian air mencapai dua meter. Di lokasi ini, BSI Maslahat mendirikan Dapur
Umum untuk memastikan kebutuhan makanan warga tetap terpenuhi. Pada Sabtu (24/01),
sebanyak 172 paket makanan siap saji didistribusikan kepada warga terdampak.
Warga tampak antusias dan tertib mengantre demi mendapatkan makanan untuk
keluarga mereka.
Paket makanan box yang dibagikan berisi nasi, ayam, dan sayur-sayuran, sebagai upaya
menjaga daya tahan
tubuh warga di tengah kondisi
darurat. Tim rescue
BSI Maslahat juga menyalurkan
makanan secara door to door menggunakan perahu karet, demi menjangkau warga yang masih terisolasi dan sulit akses.
Dapur Umum lainnya
didirikan di Kampung Tegal Luhur, Desa Sukamakmur. Pendistribusian makanan siap
saji dilakukan pada Minggu (25/01) dengan total 100 penerima manfaat. Bantuan
ini menjadi penopang penting bagi warga yang masih bertahan di tengah genangan
air.
Selain memastikan
kebutuhan pangan, BSI Maslahat juga fokus pada upaya penyelamatan jiwa. Tim
rescue diterjunkan untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah,
khususnya di Kampung Karang Linggar, Rancapaku dan Kampung Tegal Luhur. Proses
evakuasi dimulai sejak Jumat (24/01) dan berlanjut hingga Minggu (25/01).
Sebagian warga telah melakukan evakuasi secara mandiri. Namun, beberapa kelompok rentan seperti balita, lansia, dan orang sakit masih ada yang terjebak dan membutuhkan bantuan untuk keluar
dari rumah yang terendam. Tim rescue BSI Maslahat juga turut
membantu mengevakuasi barang-barang berharga milik warga yang belum sempat diselamatkan.
Kehadiran tim rescue
BSI Maslahat dan perahu karet
disambut dengan rasa lega dan penuh harap. Warga segera
mengevakuasi anak-anak, lansia, serta barang-barang penting ke atas perahu
sebagai upaya menyelamatkan diri dari genangan
banjir. Dari proses tersebut,
tim rescue BSI Maslahat berhasil mengevakuasi 28 orang di Desa Rancapaku dan 20 orang di Desa Tegal Luhur ke lokasi yang lebih aman.
Tak hanya
di Karawang, BSI Maslahat juga merespons banjir
yang melanda Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan
Cengkareng, Jakarta Barat. Tim rescue dikerahkan untuk membantu proses evakuasi
warga ke penginapan sementara.
Banjir di wilayah ini terjadi akibat
curah hujan ekstrem
hingga 200 milimeter per hari. Kondisi
diperparah oleh kiriman air dari wilayah hulu, seperti Tangerang dan Tangerang
Selatan, melalui Sungai
Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart.
Salah satu warga
terdampak, Nur Istiqomah, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang datang
di saat genting. “Alhamdulillah ada tim yang datang mengevakuasi. Bantuan
ini sangat berarti
bagi kami,” ungkapnya.
Melalui aksi
kemanusiaan ini, BSI Maslahat menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di
tengah masyarakat, khususnya saat bencana melanda. Lebih dari sekadar bantuan logistik
dan evakuasi, bantuan
ini menjadi wujud kepedulian, solidaritas, dan harapan agar warga terdampak mampu bangkit kembali.




















