Breaking News :
KanalLogoLogo
Minggu, 31 Agustus 2025

Pemerintahan

Pemkot Yogyakarta-TPID Pastikan Stok Beras Aman, Harga Sesuai HET

Ima KarimahJumat, 29 Agustus 2025 23:41 WIB
Pemkot Yogyakarta-TPID Pastikan Stok Beras Aman, Harga Sesuai HET

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Yogyakarta, Kadri Renggono

ratecard

YOGYAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memastikan ketersediaan stok beras dan harga jual masih terkendali. Hasil pemantauan di sejumlah gudang dan distributor pada Kamis (28/8/2025) menunjukkan beras medium dan premium masih tersedia, meskipun stok beras premium mengalami penurunan. Adapun harga beras tercatat sesuai atau bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Pemantauan dilakukan di Gudang Beras Jogja di Jalan Gambiran dan PT Pangan Surya Makmur di Giwangan. Di Gudang Beras Jogja, stok beras premium menurun, meski harga tetap dijual sesuai HET Rp14.900/kg. Sementara itu, di PT Pangan Surya Makmur, pasokan beras medium dan premium terpantau stabil dengan harga jual tidak melebihi HET.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Yogyakarta, Kadri Renggono, menjelaskan pemerintah telah menetapkan HET baru untuk beras medium sebesar Rp13.500/kg. Dari hasil pemantauan, masyarakat tidak mengalami hambatan untuk mendapatkan beras, baik medium maupun SPHP. “Kalau memang dibutuhkan, kami sudah komunikasi dengan Bulog untuk operasi pasar di beberapa titik, termasuk Pasar Beringharjo, Demangan, Prawirotaman, dan Kranggan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, menambahkan bahwa penetapan HET beras medium naik dari sebelumnya Rp12.500/kg menjadi Rp13.500/kg. Berdasarkan catatan Dinas Perdagangan, harga beras medium di pasar saat ini berkisar Rp12.750–Rp13.500/kg, sementara kebutuhan beras masyarakat Yogyakarta mencapai 4.400 ton per bulan. “Kondisi stok beras di pasar masih mencukupi, baik untuk SPHP, medium, maupun premium,” tegasnya.

Namun demikian, pemilik Gudang Beras Jogja, Dedi Kusuma, mengakui stok beras premium di gudangnya menurun drastis, kini hanya kurang dari 20 ton dari sebelumnya bisa mencapai 100 ton. Ia menilai kebijakan HET beras premium membuat sejumlah pabrik tidak berani produksi karena harga gabah dari petani masih tinggi. Kondisi ini berdampak pada menurunnya suplai dan omzet penjualan. “Suplai ke pedagang beras, pasar, hingga restoran dan kafe masih tergantung beras premium,” jelasnya.

Berbeda dengan kondisi tersebut, Direktur PT Pangan Surya Makmur, Arif Budiono, menyatakan stok beras di gudangnya rata-rata stabil 100 ton per hari. Harga beras premium dijual di bawah HET yakni Rp14.400–Rp14.700/kg, sementara beras medium juga tersedia dengan harga terkendali. “Kami memiliki suplai cukup karena mendapat pasokan dari berbagai sumber,” tandas Arif.


Pilihan Untukmu