
MALANG - Warga Perumahan Vila Bukit Tidar (VBT), Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang menggelar audiensi dengan manajemen PT Alam Mahameru selaku pengembang perumahan Vila Bukit Tidar, Senin (26/1). Audiensi ini buntut maraknya pencurian di perumahan yang terletak di Karangbesuki, Kecamatan Sukun dan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang itu.
Paling anyar, kejadian pencurian terjadi pada Minggu dini hari (25/1/2026). Sebuah sepeda gunung milik warga di Klaster Boulevard VBT raib digondol maling. Salah satu warga, Sumardi kehilangan sepeda Polygon Xtrada 5. Padahal sepeda tersebut diparkir di dalam rumah dengan pagar yang cukup memadai.
Sebelumnya, sejumlah aksi kriminalitas di perumahan ini memicu kekhawatiran warga. Pada medio akhir tahun 2025, terjadi dua pencurian. Pada 30 Oktober 2025, kotak amal Musala Ar-Rahmah Vila Bukit Tidar dibobol maling sekitar pukul 05.30 WIB. Aksi pembobolan kotak amal kembali terulang di lokasi yang sama, pada 30 November 2025.
Perwakilan warga RT 4 RW 10 Kelurahan Karangbesuki Mistar Arifin menyebut, dari hasil audiensi ada beberapa hal yang menjadi catatan. "Berkaitan denagn keamanan blok B dan C, PT akan segera mengaktifkan lagi pos security pintu utama blok BC. Kemudian disepakati bersama dan menjadi perhatian PT untuk mengaktifkan lagi pos security di dekat blok C3 jalan poros," ungkapnya.
Mistar melanjutkan pengembang juga akan berjanji akan mengadakan patroli keliling security di jam rawan pencurian dan malam hari dengan membunyikan penanda waktu, pukul tiang besi. "Warga meminta pos utama masuk blok BC dibangun lebih layak dan bisa mewadahi fungsi pos security dan juga untuk kegiatan sosial warga. Selain itu kami juga minta CCTV dibenahi dan ditambah, juga penambahan security," papar pria yang berprofesi sebagai arsitek tersebut.
Ia menyebut, warga melakukan komplain sebab selama ini ada indikasi pembiaran Blok BC Vila Bukit Tidar dilepas tanpa ada penjagaan yang memadai. "Sehingga beberapa kali terjadi pencurian," tandasnya.




















