
Jakarta (Kemenhaj) — Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah RI menerima kunjungan Sekretaris Kementerian Pariwisata di Kantor Kemenhaj, Jakarta, Jumat (20/2). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi pengembangan ekosistem ekonomi haji dan promosi wisata Indonesia di pasar internasional.
Pertemuan dihadiri Direktur Jenderal PE2HU, Sekretaris Ditjen PE2HU, para Direktur, serta jajaran Kemenpar. Dalam diskusi, kedua pihak menilai bahwa penyelenggaraan haji tidak hanya berdimensi pelayanan ibadah, tetapi juga memiliki potensi nilai tambah ekonomi yang signifikan. Dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam ekosistem perhajian global serta intensitas mobilitas tinggi antara Indonesia dan Arab Saudi setiap tahunnya.
Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi menegaskan pentingnya optimalisasi potensi tersebut. “Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Potensi ini perlu dikelola secara strategis melalui pengembangan ekosistem ekonomi haji agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian nasional,” tegas Jaenal Effendi.
Kementerian Pariwisata dalam pertemuan tersebut memaparkan penguatan promosi “Wonderful Indonesia” di Arab Saudi melalui pendekatan terintegrasi, termasuk pemanfaatan media luar ruang seperti skema bus wrapping, optimalisasi jaringan promosi luar negeri, serta penguatan kanal digital
Selain itu, turut diperkenalkan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama MaiA yang dirancang untuk memberikan informasi dan rekomendasi destinasi wisata Indonesia secara interaktif, termasuk dalam Bahasa Arab. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses informasi serta memperluas jangkauan promosi ke calon wisatawan mancanegara.
Dalam konteks daya saing regional, beberapa negara Asia Tenggara telah mempermudah kunjungan wisatawan, menjadi pertimbangan penting bagi Indonesia untuk memperluas aksesibilitas dan meningkatkan visibilitas di pasar global.
Sinergi lintas kementerian ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem perhajian global, tetapi juga membuka peluang ekonomi lebih luas melalui sektor pariwisata dan industri terkait.




















