Breaking News :
KanalLogoLogo
Kamis, 26 Februari 2026

Sport

Bernardo Tavares dan Laga Penuh Emosi, Profesionalisme di Atas Segalanya

Didik HariantoRabu, 25 Februari 2026 14:39 WIB
Bernardo Tavares dan Laga Penuh Emosi, Profesionalisme di Atas Segalanya

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares dalam sebuah laga. Nanti malam (25/2) Persebaya akan bentrok dengan PSM Makassar.

ratecard

SURABAYA - Pekan ke-23 BRI Super League 2025/26 menghadirkan laga sarat cerita di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Rabu (25/2) malam. Persebaya Surabaya akan menjamu PSM Makassar, tim yang memiliki tempat khusus di hati pelatih Bernardo Tavares.

Baginya, laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, karena ia pernah menghabiskan tiga setengah musim bersama PSM. Bukan waktu yang singkat untuk membangun kedekatan.

“Kita akan bermain melawan tim yang bagus dan pemain-pemain yang bagus. Menurut saya, mereka punya waktu satu hari lebih banyak untuk mempersiapkan pertandingan daripada kita,” ujar pelatih asal Portugal itu.

Dia tidak menutupi bahwa laga ini memiliki nilai emosional. Banyak pemain PSM yang sudah seperti keluarga baginya. Namun ketika laga berlangsung, dia menegaskan tidak ada ruang untuk nostalgia.

“Banyak pemain di sana sudah seperti keluarga bagi saya, tetapi sekarang saya seorang profesional. Saya berada di Persebaya dan selama pertandingan saya akan 200% profesional dan saya akan mencoba melakukan yang terbaik untuk tim kita,” imbuhnya.

Apalagi dua hasil terakhir yang kurang memuaskan menjadi bahan refleksi. Dia tidak ingin tim terjebak dalam kekecewaan, tetapi juga tidak mengabaikan kesalahan yang terjadi.

“Kita perlu belajar dari kesalahan yang telah kita lakukan, tetapi juga mempertahankan hal-hal baik yang telah kita lakukan,” kata Bernardo Tavares.

Termasuk perhatiannya pada situasi bola mati. Dimana empat dari lima gol terakhir Persebaya lahir dari skema tersebut.

“Itu adalah satu hal yang perlu kita kerjakan dan kita sedang mengerjakannya,” sambungnya.

Dengan waktu persiapan yang terbatas, dia meminta pemain meningkatkan konsentrasi dan komitmen. Dia percaya sepak bola selalu memberi peluang baru.

“Masa lalu tidak bisa kita ubah, tetapi sepak bola memberi kita satu hal. Yaitu kemungkinan untuk mencoba lagi. Dan kita akan mencoba lagi,” pungkas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

Pilihan Untukmu