
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur berpesan kepada Alim Markus Pemilik Maspion Grup sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan APINDO Jatim untuk menjaga iklim usaha dan terus mengupayakan supaya tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Hal itu disampaikan Khofifah saat menerima kunjungan silaturahim sekaligus halal bihalal Alim Markus, di kediamannya di Jemursari Surabaya.
“Kami sempat menitipkan pesan khusus pada Pak Alim selaku pengusaha sukses dan paling senior di Jawa Timur agar jangan sampai ada PHK pada pekerja. Kalau ada pengurangan produksi, kami berharap lebih memilih untuk pengurangan jam kerja atau pengurangan hari kerja, dibandingkan PHK,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).
Gubernur Jatim melanjutkan, kondusifitas dunia industri sangat dibutuhkan Jatim untuk pembukaan lapangan kerja.
Berdasarkan data BPS, sejak Januari-Februari 2025, Apindo mencatat 40 ribu pekerja terkena PHK.
Khofifah tidak ingin kondisi itu terjadi di Jatim. Sehingga, dia selalu meminta kepada pengusaha agar sebisa mungkin tidak melakukan PHK.
“Saya menitipkan agar jangan ada PHK. Kalau terpaksa jam kerjanya saja dikurangi. Tapi, jangan sampai ada PHK. Permintaan itu juga saya sampaikan ke Pak Alim Markus,” katanya.
Sementara itu, Alim Markus menjamin di perusahaannya tidak akan ada PHK. Sebab, saat ini banyak investor baru yang masuk, dan kondisi finansial perusahaan masih baik.
Pada kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan akan ada investor yang datang ke Jatim. Alim Markus bilang, investor itu akan menanam padi dengan jumlah yang banyak dengan bibit berasal dari Tiongkok.
“Investor lainnya juga mau menanam tebu dari Tiongkok. Banyak sekali. Pada 8 April 2025, saya mau ke kantor lagi (Kantor Gubernur Jatim). Kapan dimulai, saya masih mengumpulkan data-datanya dulu. Termasuk izinnya,” tandasnya.