Breaking News :
KanalLogoLogo
Minggu, 18 Januari 2026

Sport

Sinyal Bahaya, Persis Catat 15 Laga Tanpa Kemenangan

Didik HariantoSelasa, 06 Januari 2026 04:57 WIB
Sinyal Bahaya, Persis Catat 15 Laga Tanpa Kemenangan

Pemain Persis Solo berusaha melepaskan diri dari kejaran pemain Persita Tangerang dalam sebuah laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/26 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1).

ratecard

SOLO – Langkah Persis Solo untuk dapat meninggalkan posisi di dasar klasemen kembali menemui hambatan. Laskar Sambernyawa harus kembali gigit jari usai kalah 1-3 dari Persita Tangerang pada laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/26 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1).

Bahkan pada pertandingan itu, Persis sudah kebobolan tiga gol lebih dulu di babak pertama. Gol-gol dari Pendekar Cisadane dicetak oleh Matheus Alves pada menit ke-5 serta dua gol Andrejic Aleksa di menit ke-15 dan 42.

Persis memperkecil kedudukan setelah striker Kastaneer berhasil memanfaatkan bola muntah dari titik penalti pada menit ke-62. 

Hasil pertandingan ini membuat Laskar Sambernyawa tetap memperpanjang puasa kemenangan yang sudah dijalani pada 15 pertandingan beruntun. Sebuah torehan yang juga membuat Persis tak beranjak dari posisi juru kunci alias peringkat terakhir klasemen sementara.

Dari 16 laga yang sudah dijalani, Persis baru mencatat tujuh poin hasil dari sekali menang, empat kali imbang dan 11 kali kalah. Satu-satunya kemenangan yang dicatat saat ini didapat di laga pekan pertama usai menang 2-1 atas tuan rumah Madura United FC.

Setelah itu, Persis hanya mampu mencatat empat kali imbang dan 11 kali kalah.

Pelatih Persis, Milomir Seslija mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Dia mengatakan jika taktik tidak berjalan dengan baik karena para pemain banyak melakukan kesalahan. 

“Kita tidak bisa mengeksekusi rencana dengan baik. Gol pertama tendangan sudut sudah kita perkirakan dalam latihan namun kita tidak mereaksi dengan baik. Dan gol kedua lawan juga bisa dimanfaatkan Persita dengan baik. Lalu gol ketiga, kita tidak antisipasi pergerakan lawan,” kata pelatih yang akrab disapa Milo.

Pelatih asal Bosnia ini mengungkapkan tim juga kesulitan untuk mengejar ketertinggalan karena tak ada pergerakan bola dan pemain dengan baik.

“Kita susah mengejar ketertinggalan karena sulit untuk mengeksekusi peluang. Lalu tim tamu bermain menunggu dan pemain mereka bagus dalam bertahan. Sejujurnya, kita banyak melakukan kesalahan sehingga rencana tidak berjalan baik,” ujar mantan juru racik Arema FC itu.

 

Pilihan Untukmu