
BSI,
BSI Maslahat, dan HokBen menghadirkan 10.000 paket makanan hangat bergizi bagi
para penyintas banjir dan tanah
longsor di wilayah
Sumatra. Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian
dari program Corporate Social Responsibility (CSR) HokBen yang berkolaborasi
dengan BSI Maslahat, sebagai wujud kepedulian nyata dalam mendampingi
masyarakat melewati masa sulit pascabencana.
Bencana
banjir dan longsor telah merendam serta merusak rumah-rumah warga hingga tak
lagi layak huni. Aktivitas masyarakat terhenti, dapur rusak,
dan akses bahan pangan menjadi sangat terbatas.
Banyak keluarga terpaksa
mengungsi tanpa kepastian
kapan dapat kembali ke rumah.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran seporsi makanan hangat bukan sekadar
pengganjal lapar, melainkan penguat semangat untuk bertahan dan bangkit.
Tidak
hanya menyalurkan bantuan dari kejauhan, BSI, BSI Maslahat dan HokBen turun
langsung ke lapangan, menembus medan berlumpur dengan akses yang sulit, demi
memastikan sajian hangat istimewa ini tiba di tangan para penyintas dalam
kondisi baik dan layak konsumsi. Distribusi bantuan dilaksanakan pada 24–30 Desember
2025 di tiga provinsi
terdampak, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Di
Provinsi Aceh, penyaluran dilakukan di wilayah Pidie Jaya, Kuala Simpang,
Langkahan, dan Sawang. Sementara di Sumatra Utara mencakup Besitang dan Tanjung
Pura, serta di Sumatra Barat meliputi Danau Maninjau, Gurun Laweh, Lubuk
Minturun, Kampung Tanjung Kuranji, Kampung Guo Kuranji, Kampung Pondok, dan
Batu Busuak.
Seremoni
serah terima bantuan dilaksanakan pada Senin (29/12) di Store HokBen Binjai,
dihadiri oleh Branch Manager Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia Binjai, Arif
Hidayat; Network Group Manager BSI Maslahat, Lucky Firmansyah; serta Public
Relation Manager HokBen, Irma Wulansari.
Setelah
seremoni, tim gabungan melanjutkan perjalanan darat selama kurang lebih tiga
jam menuju lokasi penyaluran di Dusun Medang
Ara, Kecamatan Karang Baru,
Kabupaten Aceh Tamiang, melewati jalan berlumpur demi memastikan bantuan sampai
tepat sasaran.
Dalam
sambutannya, Irma Wulansari menyampaikan bahwa di tengah situasi bencana,
kehadiran makanan hangat memiliki makna yang jauh lebih dalam. “Kami memahami
bahwa di tengah bencana, seporsi makanan hangat bisa menjadi penguat
semangat. Kolaborasi dengan BSI Maslahat ini adalah wujud nyata komitmen HokBen
untuk hadir menemani saudara-saudara kami di Sumatra, tidak hanya dengan
nutrisi, tetapi juga dengan kehangatan dan kepedulian,” ujarnya.
Selain
penyaluran makanan, kegiatan ini diisi juga dengan dongeng dan kegiatan
interaktif penuh keceriaan sebagai bagian dari program trauma
healing. Perlahan, tawa dan canda anak-anak kembali
terdengar mengisi ruang yang sempat sunyi pascabencana. Mereka berkumpul, mendengarkan cerita, bermain, dan menikmati hidangan
bersama. Dalam momen sederhana ini, kebersamaan terasa
begitu hangat, layaknya makan di rumah sendiri, menghadirkan kembali senyum,
rasa aman, dan harapan yang sempat memudar.
Lucky Firmansyah menegaskan bahwa proses
pemulihan pascabencana membutuhkan
waktu panjang dan sinergi lintas lembaga. “Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya
meringankan
beban masyarakat, tetapi juga
menguatkan semangat mereka untuk bangkit dan
menata kembali
kehidupan,” ujarnya.
Kolaborasi BSI Maslahat dan HokBen ini juga sejalan dengan
komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),
khususnya poin kedua,
yaitu Tanpa Kelaparan, dengan memastikan akses pangan bergizi bagi masyarakat
terdampak bencana.
Salah
satu penerima manfaat dari Dusun Sawang menyampaikan rasa syukur atas bantuan
yang diterima. “Terima kasih atas bantuan makanan ini. Setelah banjir, kami
kesulitan memasak karena dapur rusak dan bahan pangan
terbatas. Makanan hangat
ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya.
Melalui
aksi nyata ini, BSI, BSI Maslahat, dan HokBen menegaskan komitmen untuk terus
mendampingi masyarakat Sumatra dalam proses pemulihan pascabencana melalui
kolaborasi berkelanjutan, kepedulian, dan kehadiran langsung
di tengah masyarakat.




















