
KEDIRI - Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur, hingga akhir Agustus 2025 masih belum memiliki penerbangan komersial setelah maskapai Citilink menghentikan operasinya dengan alasan perawatan pesawat. Penghentian yang sebelumnya diumumkan hanya sampai akhir Juli ini membuat bandara pertama Proyek Strategis Nasional yang dibangun sepenuhnya oleh swasta, yakni PT Gudang Garam melalui anak usahanya PT Surya Dhoho Investama, menjadi sepi dari aktivitas penerbangan.
Legal Compliance and Stakeholder Manager Bandara Dhoho Kediri, Farah Mutia Alfiani, membenarkan bahwa saat ini memang belum ada jadwal penerbangan komersial di bandara tersebut, meski pihak manajemen tidak mengungkapkan penyebab pasti belum beroperasinya kembali maskapai.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, menyatakan bahwa alasan perawatan pesawat yang dikemukakan maskapai terkesan klise. Ia menduga penyebab utama penghentian operasi adalah okupansi penumpang yang sangat rendah, sehingga maskapai memutuskan berhenti terbang untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Menurutnya, rendahnya jumlah penumpang disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya jadwal penerbangan, terbatasnya maskapai yang melayani, dan harga tiket yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan Bandara Juanda di Surabaya. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa pada Mei 2025, Bandara Dhoho hanya melayani 723 penumpang dengan 16 penerbangan, tanpa ada aktivitas kargo sama sekali.
Bandara Dhoho yang terletak di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, mulai dibangun pada tahun 2022 dan merupakan bandara pertama di Indonesia yang dibangun sepenuhnya oleh swasta tanpa menggunakan APBN. Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 3.300 meter yang mampu menampung semua jenis pesawat, terminal penumpang seluas 18.000 meter persegi dengan kapasitas ultimate 10 juta penumpang per tahun, dan dikelola melalui kerja sama operasi dengan Angkasa Pura 1.
Keberadaan bandara ini diharapkan dapat mendukung konektivitas wilayah Jawa selatan serta memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kediri dan sekitarnya.