
SIDOARJO - Puluhan pabrik tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, menggunakan limbah plastik sebagai bahan bakar produksi, menimbulkan dampak serius terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Sebanyak 51 Industri Kecil Menengah (IKM) diketahui memanfaatkan sampah plastik, termasuk karet, sol, dan styrofoam yang disuplai dari dalam maupun luar negeri, untuk menekan biaya produksi. Aktivitas pembakaran ini menghasilkan asap hitam pekat yang mengandung partikel berbahaya dan mikroplastik, dengan tingkat Particulate Matter (PM) 2.5 dan PM 10 jauh melampaui ambang batas aman berdasarkan pengukuran Ecoton.
Dampak kesehatan telah dirasakan warga setempat, dimana Desa Tropodo mencatat jumlah kunjungan pasien ISPA tertinggi di Kecamatan Krian dengan 521 kasus dalam empat bulan terakhir. Warga mengeluhkan berbagai masalah kesehatan mulai dari sesak napas, batuk tidak sembuh-sembuh, hingga gatal-gatal pada kulit dan munculnya flek hitam di permukaan rumah yang sulit dibersihkan.
Meskipun Pemerintah Daerah telah memberikan peringatan keras dan upaya pembinaan, praktik ini masih berlanjut karena minimnya pengawasan dan penegakan hukum. Berbagai solusi telah diusulkan termasuk penggunaan bahan bakar alternatif ramah lingkungan dan instalasi alat pengendali pencemaran udara, namun hingga kini belum terealisasi secara menyeluruh.